web analytics
Loading...
Home / Artikel / Wisata Sejarah Pekanbaru – Part I
wisata sejarah pekanbaru
Masjid Raya Senapelan - Pekanbaru. (Foto: Ary Sandy)

Wisata Sejarah Pekanbaru – Part I

Wisata Sejarah Pekanbaru – Part I : Pekanbaru saat ini bukanlah kota baru, tetapi telah terbentuk sejak 23 Juni 1784 M oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah, dalam istilah kekiniannya disebut Kota Zaman Old. Tanggal tersebutlah yang dicatat sebagai sejarah berdirinya Kota Pekanbaru. Pada waktu itu, kawasan Senapelan yang dibentuk oleh Sultan Siak ke V tersebut dengan memindahkan pasar lama ke lokasi yang baru di pinggir Sungai Siak. Pasar ini terus berkembang. Pasar dalam bahasa kesehariannya disebut Pekan, lalu karena perpindahan ke lokasi yang baru maka pekan tersebut disebut PEKANBARU.

Silahkan baca Sejarah Kota Pekanbaru dari website Pemerintah Kota Pekanbaru.

Pekanbaru yang telah berumur 224 tahun lebih, tentunya banyak meninggalkan benda-benda sejarah dan budaya adat istiadat yang masih terpelihara. Hal ini menjadikan Pekanbaru sebagai salah satu tujuan wisata sejarah. Ada cukup banyak peninggalan sejarah di Kota Pekanbaru seperti yang tercantum dalam buku LAPORAN REGISTRASI DAN PENDAFTARAN CAGAR BUDAYA KOTA PEKANBARU dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru. Versi digitalnya tersedia di Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru. Buku Laporan tersebut menjadi sumber acuan utama artikel ini. Kami (RiauMagz) telah melakukan beberapa penambahan teks dari teks aslinya.

Lokasi dan benda peninggalan sejarah yang disebut Benda Cagar Budaya jika “dipasarkan” dengan baik akan lebih meningkatkan tempat tujuan wisata khususnya “Wisata Sejarah Kota Pekanbaru” maupun “Wisata Religi Kota Pekanbaru” karena sebagian benda bersejarah tersebut berhubungan dengan bidang keagamaan. Artikel ini tentunya semakin melengkapi tempat lokasi wisata Kota Pekanbaru seperti yang tercantum dalam artikel kami berjudul Tempat Wisata di Kota Pekanbaru.
Artikel tersebut merupakan uraian dari artikel Peta Wisata Kota Pekanbaru – Tourism Map of Pekanbaru City – Riau – Indonesia

Secara umum, semua artikel tersebut akan melengkapi artikel Peta Wisata Riau – Riau Tourism Map – Indonesia yang semakin memperkaya Wisata Indonesia dan sesuai dengan slogan kami “Khazanah Riau dan Indonesia“.

Bagi pembaca blog ini, silahkan juga mengikuti (follow) akun media sosial kami :
Instagram : @riaumagz
Fanpage Facebook : RiauMagz on Socmed
Twitter : @RiauMagz

Inilah 26 Tempat Wisata Sejarah di Kota Pekanbaru

  1. Komplek Makam Marhum Pekan Pekanbaru
    Nama Objek : KOMPLEK MAKAM MARHUM PEKAN
    Nama Tempat : Kawasan Mesjid Raya Pekanbaru
    Alamat : Jalan Mesjid Raya
    Kelurahan : Kampung Bandar
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Pemko Pekanbaru

    Wisata Sejarah di Kota Pekanbaru KOMPLEK MAKAM MARHUM PEKAN

    Deskripsi :
    Komplek Makam Marhum Pekan yang dulunya disebut Pekuburan Kampung Bukit merupakan saksi bisu sebuah kesejarahan Kerajaan Siak di Senapelan, sekaligus sebagai tiang pancang lahirnya Kota Pekanbaru di abad ke-18 silam. Di dalam kawan ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu : 6 (enam) jirat makam utama yang berada di dalam cungkup dan beberapa jirat makam, batu nisan makam dan tapak bekas Mesjid Raya yang berada di luar cungkup.

    Di dalam ruang utama cungkup terdiri dari 5 (lima) makam utama (ditulis berdasarkan catatan S.M.T. Djang) yaitu :

    • 1. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Raja Alam) menjadi Sultan Siak IV selama 4 tahun 3 bulan (26 Juni 1761 – 18 September 1765) bergelar kemanngkatan Marhum Bukit).
    • 2. Sultanah Khadijah binti Daeng Perani sebagai permaisuri Raja Alam.
    • 3. Tengku Embong Badariah yang merupakan puteri Raja Alam.
    • 4. Maulana Syarif Usman al Sahab (suami Tengku Embong) bergelar kemangkatan Marhum Barat.
    • 5. Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang menjadi Sultan Siak V selama 14 tahun (November 1765 – 19 Agustus 1779) bergelar kemangkatan Marhum Pekan.

    Di dalam cungkup di ruang yang terpisah terdapat 1 (satu) jirat makam cucu Raja Alam yang bernama Tengku Pangeran Kusuma Dilaga (Sayyid Zain al-Jufri bin Sayid Syech al-Jufri).

    Adapun di luar cungkup terdapat beberapa situs, yaitu :

    • 1. Makam Datuk Syahbandar Abdul Jalil yang merupakan sebagai Hakim Polisi Propinsi Negeri Pekanbaru pada Kerajaan Siak Sri Indrapura, periode 1891-1919.
    • 2. Makam Encik Boejok (kakak kandung Datuk Syahbandar Abdul Jalil).
    • 3. Makam Datuk Abdullah bin. Moh. Saleh (Datuk Tanah Datar Siak Sri Indrapura) beserta keluarga.
    • 4. Makam M. Ali bin Encik Konil (keturunan Datuk Lima Puluh).
    • 5. Makam Ahmad (Lebai Atan)
    • 6. Situs tapak mesjid yang lama semasa pemerintahan Raja Alam.

    Penamaan Komplek Makam Marhum Pekan ini diambil dari gelar kemangkatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Tokoh Pendiri Kota Pekanbaru yang disebut sebagai Marhum Pekan.

  2. Tapak Halte dan Terminal Lama Boom Baru Pekanbaru
    Nama Objek : TAPAK TERMINAL LAMA BOOM BARU
    Nama Tempat : Taman Water Front City Tepian Sungai Siak
    Alamat : Jalan Meranti
    Kelurahan : Kampung Bandar
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Pemko Pekanbaru

    Deskripsi :
    Sekitar tahun 1955, kawasan BOOM BARU yag terletak di tepian Sungai Siak menjadi pusat keramaian yang luar biasa, apalagi setelah PT. Caltex Pacific Indonesia (CPI), sekarang bernama PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), membuka kantornya di daerah Rumbai. Caltex kemudian menyediakan jembatan Phontoon yaitu sejenis jembatan mengambang yang disandarkan ke ponton atau sejenis kapal berlambung datar ataupun sejenis kotak besar yang mengapung untuk menyangga landasan jembatan dan beban dinamis di atasnya.

    Jembatan ini merupakan satu-satunya (dan mungkin sebagai jembatan yang pertama melintasi Sungai Siak) sarana penyeberangan di era 1950 hingga 1970-an yang meghubungkan wilayah Senapelan dan Rumbai melalui Sungai Siak. Jembatan ini dilengkapi dengan fasilitas sebuah terminal oplet (mobil angkutan darat) dan halte terminal dimana halte ini digunakan sebagai tempat persinggahan bagi para penyeberang yang kebanyakan adalah pegawai Caltex. Di kawasan terminal ini juga dipasang plang nama bertuliskan “Selamat Datang di Pekanbaru” dengan ejaan bahasa Indonesia yang baru, sebagai penanda telah sampai di Pekanbaru.

    Lokasi Wisata Sejarah Kota Pekanbaru TAPAK HALTE TERMINAL LAMA BOOM BARU

    Keberadaan Jembatan Phontoon untuk menggantikan feri sebagai alat penyeberangan sangatlah bermanfaat, tetapi setelah tahun 1970 mulai mengalami kemacetan karena padatnya arus lalu lintas dan menumpuknya arus kendaraan karena jembatan Phontoon tersebut harus diputus untuk melewatkan transportasi air lainnya yang melewati Sungai Siak pada waktu-waktu tertentu. Hal ini menyebabkan Caltex mencari solusi mulai tahun 1973 untuk mengatasi masalah penyeberangan di Sungai Siak tersebut dengan membangun jembatan baru yang terletak di sisi Barat tak jauh dari Terminal Boom Baru.

    Sejak peresmian pemakaian Jembatan Leighton yang kemudian disebut Jembatan Siak l Pekanbaru diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 April 1977, maka terminal transit bagi para pengguna angkutan kota Pekanbaru tempo doeloe ini sudah tidak berfungsi lagi. Akhir tahun 2013, Pemprov Riau membina bekas terminal lama itu menjadi sebuah taman di tepian Sungai Siak tanpa mengusik keberadaan bekas tempat duduk penumpang Terminal Boom Baru tersebut.

    Kawasan Tapak Terminal Lama Boom Baru tersebut saat ini menjadi area taman di bawah Jembatan Siak 3 Pekanbaru. Sedangkan halte terminal masih ada dan terus dirawat.

  3. Eks Markas Besar Tentara Pejuang Fisabilillah Pekanbaru
    Nama Objek : EKS MARKAS BESAR TENTARA PEJUANG FISABILILLAH
    Nama Tempat : Surau Al- lrhaash
    Alamat : Jalan Senapelan
    Kelurahan : Kampung Bandar
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Pengurus Surau Al-lrhaash

    Deskripsi
    Mushalla atau Surau Al-lrhaash yang didirikan sekitar tahun 1925 merupakan saksi bisu sebuah perjuangan tentara Fisabilillah sekaligus surau tertua di Pekanbaru. Pada zaman perang kemerdekaan surau ini difungsikan sebagai markas besar pejuang tentara Fisabilillah.

    Awalnya bangunan surau ini berbentuk persegi empat saja. Setelah berfungsi sebagai tempat ibadah maka sekitar tahun 70-an ditambah ruang mihrab, sementara pembuatan teras samping dibangun sekitar tahun 80-an. Surau ini kembali mengalami 2 kali renovasi, yaitu renovasi pertama tahun 2005 dari bantuan Gubernur Riau dan renovasi kedua tahun 2007 dilakukan renovasi total dengan menggunakan dana dan keluarga besar H. Awaloeddin (Awal Bros) dengan tetap mempertahankan keaslian bentuk atap dan ukiran.

  4. Monumen Gelora Perjuangan Rakyat Riau
    Nama Objek : MONUMEN GELORA PERJUANGAN RAKYAT RIAU
    Nama Tempat : Eks Lahan Kantor PU Provinsi Riau, sekarang menjadi Taman Integritas (Tugu Anti Korupsi) Jl. Riau / Jl. A. Yani
    Alamat : Jalan Riau
    Kelurahan : Kampung Bandar
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Pemerintah Provinsi Riau

    Wisata Sejarah Kota Pekanbaru MONUMEN GELORA PERJUANGAN RAKYAT RIAU

    Deskripsi :
    Monumen Gelora Perjuangan Rakyat Riau yang berada di kawasan bekas halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau ini merupakan lokasi pengibaran bendera Merah Putih oleh Danialsyah yang diiringi lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya di Pekanbaru, tepatnya pada 31 Agustus 1945 sekitar pukul 10.00 pagi, oleh para pemuda pejuang Riau yang tergabung dalam Angkatan Muda – Pos, Telegraf dan Telepon (AM-PTT) Pekanbaru.

    Peristiwa bersejarah tersebut berawal dari berita gembira yang didengar oleh Basrul Jamal, seorang telegrafis muda PTT Pekanbaru yang telah menerima teks Proklamasi Kemerdekaan RI pada 22 Agustus 1945. Basrul Jamal dan para pemuda yang tergabung dalam AM-PTT menyebarluaskan berita Proklamasi tersebut pada 30 Agustus 1945. Keterlambatan pejuang dan masyarakat di luar Jawa termasuk Riau disebabkan keterbatasan sarana informasi dan komunikasi di saat itu, Riau masih dikuasai bala tentara Dai Nippon.

    Kemudian pada 14 September 1945, Angkatan Muda PTT Pekanbaru, dengan memakai tanda merah putih di baju masing-masing, Mochtar dan kawan-kawan mempelopori kenaikan Bendera Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya di Pekanbaru, tepatnya di puncak atap gedung PTT Pekanbaru dan disaksikan oleh masyarakat umum di luar pekarangan gedung kantor PTT Pekanbaru. Kemudian dibuatkanlah tugu atau Monumen Gelora Perjuangan Rakyat Riau.

    Dahulu, monumen tersebut berada di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Lokasi kantor dan halaman tersebut sekarang telah menjadi Ruang Terbuka Hijau Taman Integritas (Anti Korupsi). Monumen tersebut tidak dipindahkan.

    Ketidakcocokan tanggal pada deskripsi, perlu dicocokkan kembali dengan cerita sejarah dari sumber-sumber terpercaya.
    Pengibaran bendera = 31 Agustus 1945 jam 10.00 pagi (paragraf 1)
    Terima telegraf kemerdakaan = 22 Agustus 1945 (paragraf 2)
    Menyebarluaskan berita proklamasi = 30 Agustus 1945 (paragraf 2)
    Mempelopori kenaikan bendera merah putih = 14 September 1945 (paragraf 3)
    Ketidakcocokan tanggal pada paragraf 1 dan paragraf 3.

    Terdapat ketidakcocokan tanggal antara deskripsi poin nomor 4 ini dengan tanggal rapat 16 September 1945 pada deskripsi poin nomor 5 di bawah ini.

  5. Eks Rumah Controleur Belanda atau Rumah Riau Syucokan di Pekabaru
    Nama Objek : EKS RUMAH CONTROLEUR BELANDA & RIAU SYUCOKAN
    Nama Tempat : Gedung RRI Pekanbaru
    Alamat : Jalan Ir. H. Juanda No.34
    Kelurahan : Sago
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Pemerintah Kota Pekanbaru

    Wisata Sejarah Kota Pekanbaru EKS RUMAH CONTROLEUR BELANDA & RIAU SYU COKAN gedung RRI Pekanbaru

    Deskripsi :
    Gedung RRI Pekanbaru yang dibangun sekitar tahun 1930 ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda di Pekanbaru yang masih tersisa hingga saat ini. Keberadaan gedung RRI Pekanbaru diikuti oleh peristiwa sejarah mulai dari periodisasi pemerintahan kolonial Belanda, pendudukan tentara Jepang, perjuangan Kemerdekaan RI, sampai dengan periodisasi pemberontakan PRRI di Sumatera.

    Selama 11 tahun (1931-1942), gedung RRI Pekanbaru ini berfungsi sebagai Kantor Controleur Belanda (Komplek Perkantoran Gubernur Jenderal Belanda), merupakan tempat kedudukan Controleur Kampar Kiri yang dipindahkan ke Pekanbaru. Selama 3 tahun (8 Maret 1942 – 15 Agustus 1945), gedung RRI Pekanbaru dijadikan rumah kediaman Riau SyucokanMakino Shuzaburro, seorang Gubernur dari Militer Jepang yang mengepalai Riau Syu dan berkedudukan di Pekanbaru.

    Pada 16 September 1945 malam, di gedung yang telah dijadikan sebagai Kantor Residen Riau oleh para pejuang Riau dan diadakan rapat umum tentang pengibaran Sang Saka Merah Putih (lihat wisata sejarah Kota Pekanbaru poin 4 diatas). Pada tiang bendera ditulis dengan tinta merah kaiimat “Awas Siapa Menurunkan Maut” dan diberi gambar tengkorak dalam tulisan “Serikat Hantu Kubur“, sebuah organisasi pemuda yang bergerak hanya di malam hari saja.

    Pada tanggal 1 Maret 1957, gedung difungsikan sebagai pusat pemberitaan oleh Tim PENAD (Penerangan Angkatan Darat) dengan tenaga dari RRI Pusat yang dipimpin oleh Kapten Syamsuri dari RTPI Jakarta dalam upaya untuk membebaskan rakyat di wilayah Riau daratan dan Riau lautan yang ketika itu dikuasai oleh Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

    Tahun 1958, penggunaan gedung diserahkan kepada RRI dan dipasang pemancar berkekuatan 300 watt, sehingga dapat memberikan penerangan tentang kebijaksanaan pemerintah RI yang ditujukan untuk kepentingan bangsa negara. Perisnwa ini merupakan langkah awal eksistensi RRI Pekanbaru yang turut memberikan andil perjuangan khususnya membantu program pemerinth Rl.

    Syu = Keresidenan
    Syucokan = Gubernur
    Kenco = Bupati
    Syico = Walikota
    Gunco = Wedana (Kepala Distrik)
    Sonco = Camat
    Riau Syu = Keresidenan Riau

    Gunseibu: wilayah koordinator pemerintah militer
    Gunseikan: Kepala Pemerintah Militer
    Gunseikanbu: Kantor Kepala Pemerintahan/Administrasi Militer
    Gunsyeireibu: Markas Besar Angkatan Darat (Gunshireibu)
    Gunsyireikan: Komandan Angkatan Darat (panglima tentara)

  6. Situs Tugu Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Pekanbaru
    Nama Objek : SITUS TUGU PERlNGATAN KEMERDEKAAN INDONESIA
    Nama Tempat : Halaman Belakang Rumah Dinas Walikota Pekanbaru
    Alamat : Jalan Jend. Ahmad Yani Nomor 3
    Kelurahan : Sago
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan

    Wisata Sejarah Kota Pekanbaru SITUS TUGU PERlNGATAN jepang KEMERDEKAAN INDONESIA

    Deskripsi :
    Di masa pendudukan tentara Dai Nippon juga dibangun sebuah tugu kemenangan berbentuk peluru dilengkapi dengan lapangan sebelah rumah Riau Syu Cokan (di halaman belakang rumah dinas Walikota Pekanbaru), yang dikenal dengan nama “Tugu Peringatan Jepang“.

    Tugu yang dibangun pada tahun 1942 ini, awalnya terbuat dari kayu di lapangan terbuka dengan tulisan Kanji yang dibangun sebagai lambang kekuatan dan kegigihan para prajurit Jepang yang gugur dalam pertemputan melawan kekuatan sekutu sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada Tentara Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II.

    Pada tanggal 21 Juni 1948, Presiden Soekarno pernah menyempatkan diri berziarah dan meletakkan karangan bunga di Tugu Peringatan Jepang ini saat berada di Pekanbaru dalam rangka kunjungannya ke Sumatera.

    Tugu tersebut kemudian dibangun dengan bahan batu setinggi hampir 10 meter yang lazim juga disebut Tugu Peringatan Pekanbaru. Letkol Hasan Basri selaku Koordinator Badan Keamanan Rakyat (BKR) Riau, mengganti namanya menjadi Tugu Peringatan Kemerdekaan Indonesla dengan inskripsi di tiang tugu bertuliskan ’17 AGUSTUS 1945′.

  7. Kawasan Pecinan (China Town) Pekanbaru
    Nama Objek : KAWASAN PECINAN PEKANBARU
    Nama Tempat : Perkampungan Tionghoa Pekanbaru
    Alamat : Jalan Karet
    Kelurahan : Sago
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Masyarakat

    Lokasi Wisata Sejarah Kota Pekanbaru KAWASAN PECINAN tionghoa
    Foto : Bayu Amde Winata
    Lokasi Wisata Sejarah Kota Pekanbaru KAWASAN PECINAN tionghoa

    Deskripsi :
    Di dalam Kawasan Pecinan Pekanbaru (Perkampungan TiongHoa Pekanbaru) yang terletak di kawasan sepanjang Jalan Karet (sekarang Jl. DR. Leimena) masih menyisakan jejak-jejak bangunan lama sebagai bukti keberadaan Kota Lama Senapelan. Masyarakat TiongHoa Pekanbaru juga masih tetap mempertahankan tradisi leluhurnya seperti penyelenggaraan Imlek, Cap Go Meh, Waisak serta kegiatan kebudayaan lainnya.

  8. Eks Kawasan Pelabuhan Pelindo (Pelni) Pekanbaru
    Nama Objek : EKS KAWASAN PELABUHAN PEKANBARU
    Nama Tempat : Kawasan PT. Pelindo ! (Persero) Cabang Pekanbaru
    Alamat : PT. Pelindo I (Persero) Cabang Pekanbaru
    Kelurahan : Kampung Dalam
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : PT. Pelindo l (Persero) Cabang Pekanbaru

    Lokasi Wisata Sejarah Kota Pekanbaru EKS KAWASAN PELABUHAN PEKANBARU pelindo

    Deskripsi :
    Pelabuhan Pekanbaru yang terletak di pinggiran Sungai Siak dan berjarak 96 mil ke muara Sungai Siak merupakan sebuah dermaga yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1920 dengan menempatkan seorang Penguasa Pelabuhan yang disebut Haven Meester.

    Pembangunan dermaga sebagai pintu gerbang perekonomian Senapelan dan Pusat Perniagaan (bandar) ditujukan agar pihak Belanda dapat mengambil pungutan (cukai) atas semua barang dagangan yang diangkut oleh kapal dan sampan yang selama ini disetorkan kepada Kerajaan Siak Sri Indrapura.

    Tempat pencukaian ini dikepalai oleh seorang Ontvanger Belanda yang bertindak sebagai Syahbandar (Haven Meester) dan Kepala Bea Cukai (Douane).

    Sejak tahun 1960, pengelolaan pelabuhan Pekanbaru berada di bawah kendali Pemerintah Indonesia. Mulai tahun 1991, Pelabuhan Pekanbaru dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Pekanbaru (Persero) sebuah BUMN sektor Perhubungan Laut yang bergerak di bidang pengusahaan Jasa Kepelabuhanan yang berkantor di Medan.

  9. Tugu Titik Nol Pekanbaru
    Nama Objek : TUGU TITIK NOL KILOMETER
    Nama Tempat : Kawasan Gudang PT. Pelindo I (Persero) Cabang Pekanbaru
    Alamat : Jalan M. Yatim
    Kelurahan : Kampung Dalam
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : PT. Pelindo | (Persero) Cabang Pekanbaru

    Lokasi Wisata Sejarah Kota Pekanbaru TUGU TITIK NOL KILOMETER

    Deskripsi :
    Tugu Titik Nol Kilometer Pekanbaru yang terletak di dalam kawasan Gudang PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Pekanbaru merupakan “titik penanda” yang menjadi patokan penentuan jarak antara Pekanbaru dengan kota lain seperti Padang yang berjarak 313 km dan Bangkinang 65 km.

    Di kiri kanan kawasan sekitar Tugu Titik Nol Pekanbaru terdapat bangunan-bangunan lama seperti bekas rumah Haven Meester peninggalan Belanda (lihat nomor 8 dan 10), bekas penginapan lama, pasar lama yang telah berubah menjadi Pasar Bawah, dan lain-lainnya. Tugu ini merupakan bukti kesejarahan Kawasan Senapelan yang pernah menjadi pusat perekonomian (bandar) di awal abad 20 silam.

  10. Eks Rumah Haven Meester
    Nama Objek : EKS RUMAH HAVEN MEESTER
    Nama Tempat : Kawasan PT. Pelindo! (Persero) Cabang Pekanbaru
    Alamat : Jalan M. Yatim
    Kelurahan : Kampung Dalam
    Kecamatan : Senapelan
    Status Kepemilikan : Ditjen Bea & Cukai, Kementerian Keuangan

    Lokasi Wisata Sejarah Kota Pekanbaru EKS RUMAH HAVEN MEESTER

Deskrisi :
Rumah Haven Meester merupakan rumah peninggalan pemerintah Hindia yang dibangun sebagai Kantor Syahbandar (Haven Meester). Belanda menempatkan seorang Ontvanger Belanda yang memegang 2 kewenangan yaitu pertama, sebagai syahbandar yang mempunyai fungsi melaksanakan dan mengawasi keselamatan kapal dan pelayaran (haven Meester). Kedua sebagai Kepala Bea Cukai (Douane). Sejak diberlakukannya Haven Reglement 1925, maka Haven Meester bertindak selaku Kepala Pemerintahan dl Pelabuhan hingga masuknya tentara Militer Jepang (Dai Nippon) tahun 1942.

 

Sumber : Riaumagz.com

Loading...

Check Also

AICIS, Ini Rekomendasi Konferensi Sarjana Muslim Dunia di Palu

Palu – AICIS, Pertemuan para sarjana muslim dunia yang digelar selama tiga hari mendesak agar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *