web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Semangat Sumpah (serapah) Pemuda Jaman Now
semangat sumpah pemuda
Semangat sumpah pemuda. (gmbr: ilus, sumber: tribunnews)

Semangat Sumpah (serapah) Pemuda Jaman Now

Semangat sumpah pemuda. 28 Oktober 1928 sebagai salah satu tonggak besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gak perlu dijelaskan kali ya kronologinya, soalnya saya bukan ahli sejarah yang mumpuni untuk membahas detail kronologinya.

Langsung bahas realita retorika pemuda di jaman Now yang dalam bahasa Gaolnya disebut “Milenial”. Ini bukan sejenis mie instan atau masakan mie lain seperti mie aceh, mie nyemek atau mi-mi pribumi lain.

Generasi Y (gen-Y) juga panggilan lain dari kaum jaman now yang disebut milenial tadi. Mereka ini penerus dari Gen-X. Mungkin yang sebelumnya disebut U, V, W, halah malah meng-eja abjat.

1990-2000 (awal) Gen-Y dilahirkan. Nah kalau sekarang ini dah Y, tinggal satu generasi lagi doong? Z?.. aaahhhh akhir Jamaannnnn… STOP!! Please deh, biasa aja. Kita punya nabi terakhir, tentu ini akhir jaman. Biase lu tong. Tinggal banyakin ibadah (kayak yang ngomong ibadahnya banyak aja )

Kembali ke Sumpah (serapah) Pemuda Jaman Now. Aku kira kaum milenial ini bisa lebih pintar dari gen-x atau sebelumnya.. Rupanya …Enggak… Banyak diantara mereka juga terombang-ambing dalam dunia labil. Terbawa angin tak tentu arah tak tau jalan pulang.. kayak butiran debu.

Loading…

Fanatisme berlebihan itu salah satu gambaran yang ada dalam pergaulan Jaman Now. Ketika tidak bisa menghindari menggunakan hawa nafsu dalam menyikapi persoalan. Peperangan di dunia maya contohnya. Suka pake dalil ketika berbicara, tapi gak pake akhlak dan akal terlebih dahulu.

Hasilnya? Sumpah SERAPAH Pemuda Jaman Now. Coba tak pake dalil dikit, Man arafa nafsyahu, faqad arafa Rabbahu. Barang siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Rabb-nya.

Mengedepankan nafsu, menggambarkan keterbatasannya dalam mengendalikan hawa nafsu. Padahal Agenda besar Rosul di dunia ini adalah memperbaiki Akhlakul karimah. Jadi, bagaimana bisa Para Pemuda Sumpah Serapah dengan alibi Amar ma’ruf nahi munkar… malah jadi Nyamar ma’ruf Nyambi Munkar.

Bahwa seharusnya amar ma’ruf itu dengan kebaikan, bukan kemungkaran. Alih-alih mengingatkan malah mncaci, memaki, orang lain yang beda pandangan baik didalam politik maupun keagamaan.

Jadi bagi para Milenial, GenY, Jaman Now atau apalah namanya, mari mengedepankan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Salam,
Ary Sandy
Remukan Rengginang

nb: Tulisan lama tentang Sumpah pemuda.

Loading...

Check Also

Politik meja makan VS politik ranjang

Kabar berkabar tentang politik yang bergelayutan di utas-utas media cetak dan digital. Mau tidak mau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *