web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Politik meja makan VS politik ranjang

Politik meja makan VS politik ranjang

Kabar berkabar tentang politik yang bergelayutan di utas-utas media cetak dan digital. Mau tidak mau semuanya berbau politik dari yang wangi hingga yang busuk.

Bergelayutannya kabar yang siar-siar pergerakan politis dari tingkat global sampai tingkat RT. Perebutan tampuk kekuasaan dari yang santun sampai politik yang santan bergelayutan pada utas-utas yang unduh-able.

Saking open source nya berita itu bisa di copy paste tanpa di rewrite bahkan tanpa mencantumkan sumbernya. Kebebasan dalam dunia fantasi sangat luas hampir tak terkendali. Dikekang nanti menentang, dilepas jadi tanpa batas.

Kaidah dalam norma yang berlaku ditabrak. Dari norma hukum, agama, adat, dan kesopanan kesusilaan, tidam bisa menjadi regulator semikonduktor untuk menjembatani kebebasan dengan keterbatasan.

Dan yang paling dituntut itu bukan produsen atau developer “isu”, tapi konsumen. Bagaimana konsumen mampu memiliki converter (bukan hanya filter) yang mampu merubah berita negativisme menjadi positif yang use-able bagi kehidupan berbangsa, bernegara dalam lingkungan sosial kemasyarakatan yang (ingin) adil dan beradab.

Demikian, padahal saya gak kenal si kian tapi kenapa saya mau demi-kian. Dari pada tambah serampangan entah kemana, mari kita sruput kopi.

Dah gitu aja

Loading...

Check Also

TSL dan TSM dari sudut Visual

Tukang Sapu Langgar (TSL) menjadi “tetenger” perubahan peradaban. Kenapa aku bilang begitu? Suka-suka aku lah.. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *