web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Mengubah Diri (bukan) Untuk Mengubah Dunia
mengubah diri
mengubah diri

Mengubah Diri (bukan) Untuk Mengubah Dunia

Geram rasanya melihat panggung politik Nusantara. Yang pintar nampak orang bodoh, yang bodoh berlagak seperti orang pintar. Dan mereka seolah-olah menjalani peran mereka tanpa merasa bahwa mereka diperhatikan oleh rakyat. 

Perang Skenario, skenario yang satu tersusun untuk menumbangkan skenario yang lainnya. Liat saja Politisi yang tidak “berkarakter” tidak akan sukses di kancah politik manapun. Yaa, memang mirip dengan Industri hiburan. Ketika politik sudah menjadi industri, titik beratnya adalah “industri” entah pembentukan karakter, pengendalian opini publik, pengemasan citra, dll. Itu bagian dari skenario mereka untuk melakukan rundown yang sudah ada dalam grand-design mereka. 

“In politics, nothing happens by accident. If it happens, you can bet it was planned that way”  by Franklin D. Roosevelt

Dari setting Industri yang menjadi concern tentu memakan korban dan atau dikorbankan. Mungkin diberdayakan sebagai salah satu bagian dari adegan mereka. Siapa? yaa orang yang mengatas namakan RAKYAT. Tapi, hanya sebagai Cameo (figuran, red). Ada dalam adegan tetapi hanya mendukung pemeran utama. Pada suatu keadaan dimana seolah-olah Rakyat menjadi “tema” skenario ini. Nyatanya? yaa tidak, setelah melewati fase itu, skenario politik bergulir menjauh dari yang namanya RAKYAT itu. Sekali lagi, Demi Industri. 

“You can fool all the people some of the time, and some of the people all the time, but you cannot fool all the people all the time” by Abraham Lincoln

Dan mereka yang sebagai RAKYAT itu belum banyak mengkritisi keadaan ini. Seakan-akan terlena dengan peran figuran yang didapat. Dibuai dengan cipratan kecil harapan-harapan fana. Ditetesi dengan sedikit air yang mengandung candu yang membuai mereka. Dinyanyikan lagu-lagu kebangkitan bangsa seolah-olah mereka sudah bangkit. Dikelilingi aroma bunga perdamaian, sehingga mereka merasa nyaman. Dan itu adalah Janji-janji dari skenario belaka. 

“The revolution is not an apple that falls when it is ripe. You have to make it fall” by Che Guevara 

Wahai kaum dimana engkau terjaga, bangun, colek orang terdekatmu begitu juga seterusnya. Sadarkan dirimu, dan diri mereka, bahwa kita masih terjajah. Kita mengambil peran dalam keruntuhan ini. Kita itu “merdeka”. Ingatkan itu pada mereka. Bahwa Kita Merdeka ! 

“You must be the change you wish to see in the world” Mahatma Gandhi

 

NB :

Bongkar email dan kebuka tulisan yang dipost pada tanggal 4 Maret 2014 diblog lama yang dah aku tutup. Dengan menambah kata “bukan” pada judul aslinya yang awalnya “Mengubah diri untuk mengubah dunia” karena 4 tahun adalah waktu yang cukup untuk belajar mengubah diri dari pada mengubah dunia. Tulisan ini masih relevan dengan apa yang terjadi sekarang dan sebagai remainder untuk diri sendiri. Dah gitu aja.

Loading...

Check Also

Politik meja makan VS politik ranjang

Kabar berkabar tentang politik yang bergelayutan di utas-utas media cetak dan digital. Mau tidak mau ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *