web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Menerbangkan Hoax into the cyberspace

Menerbangkan Hoax into the cyberspace

India sukses menerbangkan roket into the space, mungkin malah into the moon. Sementara orang indonesia yang sering mengaku mempunyai pemikir-pemikir handal, malah ramai orang menerbangkan Hoax into the cyberspace.

Sepengetahuan saya, hoax ini sudah malang melintang di dunia dari jaman baheula. Sekitar 2000an awal hoax masih analog, melalui kabar burung dan cetak lembaran fotocopian. Ada juga sesekali lewat sms yang dulu tarifnya masih Rp 500 /sms.

Mundur kebelakang beberapa kalangan membahas “hoax”nya supersemar. Yang menurut mereka itu juga konspirasi hoax TSM (terstruktur, sistematis dan masif) dilakukan oleh seorang jendral untuk “mengambil alih” kursi presiden dari Ir. H Soekarno.

Mundur lagi kebelakang ada kisah-kisah urban legend yang masyur seperti sangkuriang yang kena Hoax TSM tentang pagi yang datang lebih cepat, sehingga dia marah dan menendang perahu buatannya.

Rupanya dalam kajian tassawuf Hoax juga menimpa manusia pertama (versi agama samawi) yaitu Nabi Adam AS. Yang membuat Nabi Adam AS dan Siti Hawa memakan buah kuldi dari bujukan Hoax Iblis. Nah disitulah awal mula manusia berada di Bumi.

Nah, melihat timeline penyebaran hoax dari jaman ke jaman ini membuktikan bahwa hoax itu sebagian dari takdir yang menentukan perjalanan suatu peradaban. Banyak kerajaan hancur karena hoax, begitu pula banyak peradaban yang maju karena hoax.

Tidak ada sehelaipun daun yang jatuh tanpa Kuasa-Nya. Termasuk hoax yang beredar juga sebagian dari skenario akbar Sang Maha Pencipta. Meski begitu, sebagai insan yang peduli sesama, kita tidak bisa melepaskan tangan kita jika ada hoax yang beredar, mengingatkan kebaikan dengan kebaikan.

Sekian pengantar sarapan dan kopi pahitnya. Foto diatas hanya pemanis dan pemanas, itu roket ciptaan Indonesia yang mampu menerbangkan rasa diantara lidah. Dah gitu aja.

Loading...

Check Also

TSL dan TSM dari sudut Visual

Tukang Sapu Langgar (TSL) menjadi “tetenger” perubahan peradaban. Kenapa aku bilang begitu? Suka-suka aku lah.. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *