web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Membantah, bantahan terhadap Sriwijaya

Membantah, bantahan terhadap Sriwijaya

“DI Shili Foshi, pada pertengahan bulan delapan dan pertengahan musim semi (bulan dua), lempeng jam (bayangan tiang) tidak berbayang. Seseorang yang berdiri di tengah hari tidak berbayang. Matahari tepat di atas kepala dua kali dalam setahun.”

Itu petikan kalimat I-Tsing yang menggambarkan Sriwijaya. Berbeda dengan tafsir dari catatan I-Tsing versi bapak Ridwan Saidi yang menjadi langganan narasumber di ILC. Beliau menjelaskan bahwa I-Tsing tidak pernah menemukan Sriwijaya hingga akhirnya dia ke India.

Tentu ini sangat berbeda dengan jumhur ahli sejarah tentang Tafsir Catatan tersebut. Kalau Sriwijaya hanya fiksi karya kolonialisme Belanda, apakabarnya dengan Candi Muara Takus dan Muaro Jambi?

Memang bagi sebagian orang produk sejarah masa kolonial itu tertolak secara mutlak, tanpa ada kajian lebih lanjut sebelumnya. Padahal hal itu bisa dikaji dari berbagai sumber yang tersedia.

Ini belum lagi membahas tentang tertuduhnya Raden Fatah sebagai Yahudi.

Itu dulu
Dah gitu aja

Rujukan : HISTORIA.id

Loading...

Check Also

Radikalis diantara kaum moderat, Moderat diantara kaum radikal

Memilih “bersuara sumbang” diantara latah sosial itu susah. Demokrasi Indonesia memang sedang diuji, melalui bahaya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *