web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Kopiah, dari sudut ergonomis dan aerodinamis

Kopiah, dari sudut ergonomis dan aerodinamis

Kopiah, songkok, peci dan atau beragam sebutan lainnya itu menjadi penutup kepala yang masyur di seantero jagat nusantara. Bukan cuma Indonesia, beberapa negara tetangga juga benda ini ladzim digunakan sebagai penutup kepala untuk berbagai acara.

Mulai dari acara keagamaan, adat, formal, bahkan sampai acara santuy sehari-hari. Yaa kan namanya budaya, tentu ini melekat pada kehidupan masyarakat dari berbagai sektor.

Sudah banyak tulisan membahan kopiah dari berbagai sudut pandang. Baik historis, etimologis, etnografis, bahkan antropologis. Jadi silahkan cari sendiri. 😆

Aku mau bahas yg kayaknya belum ada. Yaitu kopiah dari sudut pandang ergonimis dan aerodinamis. Bagi yang sering memakai kopiah, pasti bisa membedakan kopiah dengan penutup kepala lainnya. Mayoritas kopiah itu foldable, atau lipat-able. Ini membuat secra ergonomi, kopiah punya sudut yang berada di depan jidat dan belakang ubun-ubun.

Sebagai budaya khas nusantara, kopiah ini jika tidak tepat memakai ukuran tinggi dan lingkarnya maka bentunya akan menyita perhatian, alias aneh. Walaupun ada juga kopiah yang dibuat dengan ukuran yang labih tinggi.

Untuk itu, ukuran tinggi dan lingkar kepala harus tepat, agar secara ergonomic nempel dengan simetris di kepala. Eeh gak juga sih, pemakaian kopiah juga macem2. Ada aliran simetris, ada juga yg asimetris. Ada yang dibawah jidat diatas alis, ada yang diatas jidat sedikit terkena rambut. Itu juga masalah budaya.

Nah secara aerodinamis, bagi biker alias pengguna motor atu sepeda, kopiah sangat berguna. Bentuknya yang runcing mirip haluan kapal akan sangat membantu berkendara pada kecepatan tinggi. Aerodinamicaly akan membelah angin sehingga mengurangi gesekan dan hambatan yang berlebihan terhadap angin.

Faedah, atau fungsionable sekali kan bentuknya. Hal itu juga berpengaruh ketika berbelok, bentuknya tersebut secara aerodinamicaly akan memudahkan manuver pengendara untuk melakukan teknik Fast In Fast Out pada tikungan-tikungan tajam.

Sehingga, teknik corneringnya rossi disini bisa dipake. Pake late braking yang FIFO dengan kecepatan yang tinggi. Sbnrnya msh pnjang. Tapi dah gitu aja

Loading...

Check Also

Radikalis diantara kaum moderat, Moderat diantara kaum radikal

Memilih “bersuara sumbang” diantara latah sosial itu susah. Demokrasi Indonesia memang sedang diuji, melalui bahaya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *