web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang / Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”

Diatas adalah kutipan teks Pembukaan UUD 1945. Saya suka redaksi, “.. telah sampailah kepada saat yang berbahagia…” Tak perlu payah menjelaskan, bahwa pemilihan kalimat itu jelas menggambarkan perjuangan pergerakan Indonesia itu pedih, Bung. Terciptanya narasi itu menggambarkan perasaan yang sumringah, suka, riang, dan antusiasme tinggi menyambut kemerdekaan Indonesia.

Walaupun dalam kenyataannya perjuangan itu belum berhenti, karena perjuangan lebih sulit karena selain melawan bangsa asing dari berbagai lini, kita juga melawan bangsa sendiri.

Contohnya yang mau membuat sistem negara sendiri. Mengkafirkan demokrasi dan penggunaan pancasila sebagai azas tunggal, lalu deklarasi ingin mendirikan negara (multinasional) dengan kewajiban memakai sistem yang kata mereka itu Khilafah ala minhajin nubuwwah.

Berkantor di London, mungkin organisasi tersebut satu aliran dengan Queen Elizabet al-britaniyyah, mungkin kalo beliyo Muslim dipanggil sultanah. Mungkin memang sealiran politik yaitu menegakkan monarki absolute, mungkin.

Organisasi yg sudah dilarang diberbagai negara termasuk di Indonesia ini banyak ditentang, bahkan oleh para ulama besar, dari berbagai negara. Karena dimana mereka berada, perang terjadi, yang akhirnya datanglah pasukan Sekutu Amerika dkk yang membuat “Pasukan Perdamaian” dan pemerintahan Baru.

Nah, balik lagi ke “Gerbang Kemerdekaan Indonesia” yang sudah didepan Rakyat Indonesia ini masih memperjuangkan indonesia yang merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.

Pertanyaannya,
Kamu sudah ngopi belum?
Dah gitu aja

Loading...

Check Also

TSL dan TSM dari sudut Visual

Tukang Sapu Langgar (TSL) menjadi “tetenger” perubahan peradaban. Kenapa aku bilang begitu? Suka-suka aku lah.. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *