web analytics
Loading...
Home / Remukan Rengginang

Remukan Rengginang

Opini Santai

Kopiah, dari sudut ergonomis dan aerodinamis

Kopiah, songkok, peci dan atau beragam sebutan lainnya itu menjadi penutup kepala yang masyur di seantero jagat nusantara. Bukan cuma Indonesia, beberapa negara tetangga juga benda ini ladzim digunakan sebagai penutup kepala untuk berbagai acara. Mulai dari acara keagamaan, adat, formal, bahkan sampai acara santuy sehari-hari. Yaa kan namanya budaya, tentu ini melekat pada kehidupan masyarakat dari berbagai sektor. Sudah banyak tulisan membahan kopiah dari berbagai sudut pandang. Baik historis, etimologis, etnografis, bahkan antropologis. Jadi silahkan cari sendiri. 😆 Aku mau bahas yg kayaknya belum ada. Yaitu kopiah dari sudut pandang ergonimis dan aerodinamis. Bagi yang sering memakai kopiah, pasti bisa membedakan ...

Read More »

TSL dan TSM dari sudut Visual

Tukang Sapu Langgar (TSL) menjadi “tetenger” perubahan peradaban. Kenapa aku bilang begitu? Suka-suka aku lah.. eeh gak ding, ini penjelasannya yang gak bakal bikin pembaca jelas. Tukang sapu langgar itu indikator peradaban, mulai dari sosial, politik, budaya dan hankam. Kenapa? Karena langgar atau sering disebut juga surau adalah tempat vital bagi kehidupan sosial. Langgar menjadi simpul jaringan-jaringan kehidupan, menjadi tanjung timbunan kapar sampai kapal. Kualitas Kang Sapu Langgar sangat dipengaruhi kehidupan sekitar, karena seperti router pada kehidupan sosial bermasyarakat melalui garis keagamaan. Hukum-hukum cahaya terkait erat sebagai sebab musabab penjelasan hukum visual. Pada konteks teori Pengolahan Citra, algoritma yang disadurkan ...

Read More »

Radikalis diantara kaum moderat, Moderat diantara kaum radikal

Memilih “bersuara sumbang” diantara latah sosial itu susah. Demokrasi Indonesia memang sedang diuji, melalui bahaya laten ideologi penolaknya, maupun oleh kaum yang memperjuangkan demokrasi itu sendiri. Menjadi beda itu susah. Banyak yang mengaku moderat tapi menerima perbedaan saja susah, apalgi menerima paham yang bertolak belakang yang dianutnya. Menjadi moderat yang radikal itu susah, dimana berusaha memperjuangkan memoderasi perbedaan berbagai sudut pndang dengan rangkulan dan ajakan yang lembut. Tidak semua mampu menerima cara berpikir para moderat radikal. Bahkan sekelas Gus Dur, pun banyak yang menentang ketika menjadi moderar yang radikal. Contohnya ketika membela penyanyi dangdut dan penyanyi rock yang diserang beberapa ...

Read More »

Politik meja makan VS politik ranjang

Kabar berkabar tentang politik yang bergelayutan di utas-utas media cetak dan digital. Mau tidak mau semuanya berbau politik dari yang wangi hingga yang busuk. Bergelayutannya kabar yang siar-siar pergerakan politis dari tingkat global sampai tingkat RT. Perebutan tampuk kekuasaan dari yang santun sampai politik yang santan bergelayutan pada utas-utas yang unduh-able. Saking open source nya berita itu bisa di copy paste tanpa di rewrite bahkan tanpa mencantumkan sumbernya. Kebebasan dalam dunia fantasi sangat luas hampir tak terkendali. Dikekang nanti menentang, dilepas jadi tanpa batas. Kaidah dalam norma yang berlaku ditabrak. Dari norma hukum, agama, adat, dan kesopanan kesusilaan, tidam bisa ...

Read More »

Menerbangkan Hoax into the cyberspace

India sukses menerbangkan roket into the space, mungkin malah into the moon. Sementara orang indonesia yang sering mengaku mempunyai pemikir-pemikir handal, malah ramai orang menerbangkan Hoax into the cyberspace. Sepengetahuan saya, hoax ini sudah malang melintang di dunia dari jaman baheula. Sekitar 2000an awal hoax masih analog, melalui kabar burung dan cetak lembaran fotocopian. Ada juga sesekali lewat sms yang dulu tarifnya masih Rp 500 /sms. Mundur kebelakang beberapa kalangan membahas “hoax”nya supersemar. Yang menurut mereka itu juga konspirasi hoax TSM (terstruktur, sistematis dan masif) dilakukan oleh seorang jendral untuk “mengambil alih” kursi presiden dari Ir. H Soekarno. Mundur lagi ...

Read More »

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” Diatas adalah kutipan teks Pembukaan UUD 1945. Saya suka redaksi, “.. telah sampailah kepada saat yang berbahagia…” Tak perlu payah menjelaskan, bahwa pemilihan kalimat itu jelas menggambarkan perjuangan pergerakan Indonesia itu pedih, Bung. Terciptanya narasi itu menggambarkan perasaan yang sumringah, suka, riang, dan antusiasme tinggi menyambut kemerdekaan Indonesia. Walaupun dalam kenyataannya perjuangan itu belum berhenti, karena perjuangan lebih sulit karena selain melawan bangsa asing dari berbagai lini, kita juga ...

Read More »

Menyoal gerakan-gerakaan pergerakan yang tidak keluar di soal ujian

Pelbagai gerakan muncul sebagai salah satu bukti negara ini masih demokratis. Dari lembaga tingkat multinasional sampai pergerakan tingkat individu yang ramai berseliweran di sekitar kita, baik nyata maupun “ghoib” (maya, red). Para penggerak yang peduli akan fenomena yang terjadi disekitar mereka bermunculan secara “terstruktur, sistematis dan masif”. Mulai dari isu besar seperti Climate Change, Indigenous People, Radikalisme, sampe isu receh seperti gerakan viralisasi “salah redaksi” Bagus itu, semakin meramaikan jagat soundscape dunia nyata dengan obrolan-obrolan analog yang dilakukan di cafe-cafe, resto, RTH, maupun warteg. Pun juga meramaikan jagat “Ghoib” secara tekstual dan multi-media. Masalahnya, banyak diantara gerakan pergerakan yang nampaknya ...

Read More »

“Akhirnya Aku Nyaleg”

Melihat problematika dunia, baik dunia nyata, dunia maya dan dunia ghaib, aku memutuskan untuk menyaleg. Itu juga karena Cawapresku Syahrene mengundurkan diri maju di pilpres. Foto yang aku pakai juga ingin mendobrak mainstream bahwa Foto Caleg itu harus senyum, nyengir, serius, dll. Menurutku itu INKOSISTEN, apalagi untuk caleg yang selalu memberitakan pesimistis, kehancuran, kemiskinan, penderitaan dll. Secara semiotik juga posingnya mengambarkan seseorang yang sedang memikirkan sesuatu yang dalam. Cenderung orang setress atau depresi sih, tapi itu pose ala-ala filsuf yang aku tiru sebagai rujukan, biar keliatan bisa mikir, padahal enggak. Intinya, ini gambaran Perenungan yang Dalam. Karena merenung adalah KOENTJI. ...

Read More »

Mengubah Diri (bukan) Untuk Mengubah Dunia

mengubah diri

Geram rasanya melihat panggung politik Nusantara. Yang pintar nampak orang bodoh, yang bodoh berlagak seperti orang pintar. Dan mereka seolah-olah menjalani peran mereka tanpa merasa bahwa mereka diperhatikan oleh rakyat.  Perang Skenario, skenario yang satu tersusun untuk menumbangkan skenario yang lainnya. Liat saja Politisi yang tidak “berkarakter” tidak akan sukses di kancah politik manapun. Yaa, memang mirip dengan Industri hiburan. Ketika politik sudah menjadi industri, titik beratnya adalah “industri” entah pembentukan karakter, pengendalian opini publik, pengemasan citra, dll. Itu bagian dari skenario mereka untuk melakukan rundown yang sudah ada dalam grand-design mereka.  “In politics, nothing happens by accident. If it ...

Read More »

Aplikasi GIS Mac Free

Aplikasi GIS Mac Free

Aplikasi GIS Mac Free – Salah satu masalah yang dihadapi oleh orang yang hijrah dari Windows ke Macintosh adalah bingungnya mencari program yang kadang tidak tersedia di Mac. Atau, meskipun ada di Mac akan susah mencari patch atau crack nya. Apalagi untuk pengguna Mac dengan kantong tipis kayak saya. Nah, hal itu dialami oleh para kartografer,  tukang peta, tukang digitasi vector, atau tukan ngetik kordinat, hahaha. Pada umumnya para “Tukang Peta” menggunakan aplikasi GIS (geographical information system)  yang sudah sering dipakai yaitu ArcGIS. Dalam bahasa Indonesia sering disebut Sistem Informasi Geografis (SIG) yang biasanya menjadi matakuliah anak jurusan IT, Geografi, Planologi, Kehutanan, dll. Loading… ...

Read More »