web analytics
Loading...
Home / Sabda Cyber

Sabda Cyber

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim AlHafizh – Gus Baha

gus baha

Sabdacyber.com – Prof. Quraisy Syihab berkata “Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail Al-Qur’an hingga detail-detail fiqh yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur’an seperti Pak Baha’ (Gus Baha’). KH. Ahmad Bahauddin Nursalim AlHafizh atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha‘ adalah putra seorang ulama’ ahli Qur’an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, sebuah desa di pesisir utara pulau jawa. KH. Nursalim adalah murid dari KH. Arwani Al-Hafizh Kudus dan KH. Abdullah Salam Al-Hafizh Pati. Dari silsilah keluarga ayah beliau inilah terhitung dari buyut beliau hingga generasi ke-empat kini merupakan ulama’-ulama’ ahli Qur’an yang handal. Silsilah keluarga ...

Read More »

Sholawat Nahdliyyah ciptaan KH Hasan Abdul Wafi – Lirik Arab dan Terjemahan

Sabdacyber.com ~ Sholawat Nahdliyyah adalah shalawat yang diciptakan oleh KH Hasan Abdul Wafi. Shalawat ini merupakan rangkaian shalawat dan do’a kepada Allah, sekaligus menunjukkan tujuan daripada Nahdlatul Ulama yaitu meninggikan Kalimat Allah. Baru-baru ini shalawat Nahdliyah menjadi kembali populer saat digema dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang. Berikut lirik shalawat Nahdliyah beserta terjemahannya: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ صَلَاةً تُرَغِّبُ وَتُنَشِّطُ 2x وَتُحَمِّسُ بِهَا الْجِهَادْ لِإِحْيَاءْ، وَإِعْلَاءِ دِيْنِ الْإِسْلَامْ 2x وَإِظْهَارِ شَعَائِرِهْ عَلَى طَرِيْقَةِ، جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءْ 2x وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ اَللّٰهْ اَللّٰهْ اَللّٰهُ اَللّٰهْ ثَبِّتْ وَانْصُرْ أَهْلَ ...

Read More »

sholawat asyghil

Sholawat Asyghil – Artinya: “Ya Allah curahkanlah sholawat (rahmat) kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan sibukkan orang-orang zalim dengan orang-orang zalim lainnya, dan keluarkanlah kami dari kungkungan mereka (orang-orang yang zalim) dengan selamat. Semoga sholawat juga tercurahkan pula kepada keluarga, para sahabatnya semua”. Demikian arti dari Sholawat yang populer pada tahun 70 hingga 90an ini dinisbahkan kepada al-Habīb Ahmad ibn ‘Umar al-Hindwān, karena terdapat di dalam kitab karangan Beliau yang berjudul al-Kawākib al-Mudhī’ah fī Zhikr al-Shalāh ‘alā Khair al-Bariyah, dengan Musalsal kepada beliau sebagai berikut: Sulthān al-‘Ulamā’ al-Habīb Sālim ibn ‘Abdullāh ibn ‘Umar al-Syāthirī al-Tarīmī, Dari al-‘Allāmah al-Sayyid Musthafā ibn Ahmad ...

Read More »

Sajabijah, Orang Nusantara yang Tinggal di Arab Era Umar bin Khattab

Saat sedang membuka Tarikh Thabari di bab yang menjelaskan efek Perang Jamal di Madinah saya menemukan keterangan begini: “Di antara kejadian di masjid itu adalah: Muhammad bin Thalhah—ia ahli ibadah—kebetulan hendak salat di dekat tempat Utsman bin Hunaif berdiri. Sebagian orang Zuthth dan Sayabijah khawatir Muhammad bin Thalhah datang untuk maksud lain..dan seterusnya.” Zuthth adalah “gipsi”-nya India. Maka perhatian saya tertuju kepada kata “Sayabijah”. Biasanya, kata-kata aneh begini menyimpan misteri. Apalagi kata Sayabijah ini belum pernah saya temui di kitab tarikh sebelumnya. *** Dalam kamus Lisanul Arab, Ibnu Manzhur berkata bahwa kata Sayabijah juga terkadang disebut dengan Sababijah (سبابجة). Kedua ...

Read More »

“Akhirnya Aku Nyaleg”

Melihat problematika dunia, baik dunia nyata, dunia maya dan dunia ghaib, aku memutuskan untuk menyaleg. Itu juga karena Cawapresku Syahrene mengundurkan diri maju di pilpres. Foto yang aku pakai juga ingin mendobrak mainstream bahwa Foto Caleg itu harus senyum, nyengir, serius, dll. Menurutku itu INKOSISTEN, apalagi untuk caleg yang selalu memberitakan pesimistis, kehancuran, kemiskinan, penderitaan dll. Secara semiotik juga posingnya mengambarkan seseorang yang sedang memikirkan sesuatu yang dalam. Cenderung orang setress atau depresi sih, tapi itu pose ala-ala filsuf yang aku tiru sebagai rujukan, biar keliatan bisa mikir, padahal enggak. Intinya, ini gambaran Perenungan yang Dalam. Karena merenung adalah KOENTJI. ...

Read More »

Bacaan Fatihah Kurang Fasih Syaikhona Kholil Bangkalan Lebih Manjur

Suatu hari menjelang sholat maghrib, seperti biasanya, Kiai Kholil mengimami jamaah sholat berjamaah bersama para santri Kedemangan. Bersamaan dengan Kiai Kholil mengimami sholat, tiba-tiba beliau kedatangan tamu orang berbangsa Arab. Seusai melaksanakan sholat Kiai Kholil menemui tamu-tamunya termasuk orang arab yang baru datang yang mengetahui kefasihan bahasa Arab. Orang arab tadi menghampiri Kiai Kholil sambil berucap : ” Kiai . . . ,bacaan Al Fatihah (antum) kurang fasih”, tegur Orang arab tadi. “O . . . begitu”, jawab Kiai Kholil tenang. Setelah berbasa-basi, beberapa saat, oarang arab tadi dipersilahkan mengambil wudlu untuk melaksakan sholat maghrib. “Tempat wudlu ada disebelah masjid ...

Read More »

Jidat Hitam Karena Sholat? Ini Penjelasannya

jidat hitam

Jidat Hitam Karena Sholat? Ini Penjelasannya – Apabila cara sujud benar, maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri. Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat. Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala. Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim. عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ ...

Read More »

Lima Kategori Bid’ah: Haram, Sunnah, Wajib, Makruh, dan Mubah

bid'ah

Secara umum bid’ah adalah segala sesuatu yang dilakukan tanpa ada contoh sebelumnya. Pengertian ini didasarkan pada hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Abdullah bin Masúd radliyallahu ‘anhu sebagai berikut: وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ شَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ Artinya: “Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (baru) dan setiap yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” Kita tidak menolak bahwa bid’ah memang ada baik secara faktual maupun secara konsep sebagaimana pengertian yang disebutkan di atas. Bahkan sebagian bid’ah adalah dlalalah atau sesat kita mengakuinya. Hanya saja kita ...

Read More »